Seorang Imam Adalah “Bagi, Untuk dan Oleh Kristus”

Profil romo baru 2009Untuk kedua kalinya Uskup Sutikno menahbiskan imam baru di Keuskupan Surabaya. Tahbisan pertama Uskup Sutikno terjadi Agustus tahun lalu dengan tujuh imam baru. Tahun ini ada 11 imam baru yang siap berkarya.

Upacara tahbisan dilangsungkan Selasa, 8 September 2009 di gereja Hati Kudus Yesus tepat pada hari raya kelahiran St. Perawan Maria. Sebagai selebran utama adalah Uskup Sutikno didampingi provisialat Congregasi Misi Rm Paulus Suparmono, CM. dan vikaris jendral Rm AP Dwi Joko, Pr.

Dalam homilinya, Uskup menekankan hakikat seorang imam dan kekuatan sekelompok kecil orang dalam melakukan perubahan. “Bangsa ini diproklamasikan oleh sekelompok kecil orang dengan cinta yang mendalam pada bangsanya. Dalam karya keselamatanNya, Allah kerap memilih kelompok kecil yang tidak diperhatikan oleh dunia, tapi sanggup membuat perubahan nyata.”

Dalam kesempatan itu Uskup juga merangkum Bacaan Pertama tentang kota Bethlehem, kota kecil yang dilupakan orang, yang dipilih Tuhan menjadi tempat kelahiran Juru Selamat.

Tentang jati diri seorang imam, Uskup menghendaki agar para imam tidak memburu pujian dan pengakuan-pengakuan lain yang dapat mengganggu relasinya dengan Allah dalam rangka melayani umat. “Seorang imam adalah bagi, oleh dan untuk Kristus. Seorang imam harus punya relasi pribadi dengan Yesus. Dengan relasi yang akrab itulah seorang imam dapat terus memurnikan karya dan perutusannya,” terang Uskup.

Dari 11 orang tahbisan imam baru tahun ini, 5 diantaranya berasal dari Congregasi Misi (CM) dan enam lainnya dari Diocesan Surabaya.

Upacara yang dihadiri ratusan umat dan puluhan imam se-Keuskupan Surabaya ini berlangsung khidmat. Kerinduan umat akan hadirnya imam-imam baru nampak dari jumlah umat yang berjubel di sekeliling gereja.

Ritual khas upacara tahbisan yaitu penumpangan tangan para imam di kepala imam baru dan penyerahan diri seutuhnya yang disimbolkan dengan tengkurap, juga berlangsung khusuk.

Momen yang tak kalah mengharukan juga terjadi tatkala para imam baru diberi kesempatan untuk sujud sungkem kepada orangtua masing-masing. Ritual ini menandakan pelepasan sepenuhnya putra-putra tercinta untuk mengabdi dan berkarya bagi Kristus.

Setelah misa diadakan ramah tamah di pelataran gereja untuk memberi kesempatan bagi para handai taulan para imam baru memberi ucapan selamat.

Sukacita segenap umat Keuskupan Surabaya menyelimuti upacara tahbisan malam itu. Selamat berkarya para imam baru.

Yudhit Ciphardian

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: