Archive for the ‘KUMPULAN ARTIKEL KOMPAS’ Category

People Power dan Pergantian Rejim

December 30, 2009

Di hari-hari ini, terkait respons pemerintah atas kasus Chandra M. Hamzah dan Bibit S. Rianto, sejumlah kalangan mulai menyebut-nyebut kembali soal people power. Apa dan bagaimana aksi politik ini sejatinya? Sepenjang sejarah, people power terus berulang. Gerakan mahasiswa (1968/1972) di Eropa Barat (saat itu), gerakan anti rezim militer Thailand (1973), EDSA revolution Filipina (1986), Velvet Revolution (1989) di Cekoslowakia saat itu, hingga runtuhnya Tembok Berlin (1989). Bahkan, sejak pergantian millennium, hampir saban tahun publik dunia menjadi saksi gerakan rakyat, mulai dari Bulldozer Revolution di Serbia (2000), EDSA II di Filipina (2001), Rose Revolution di Georgia (2003), Orange Revolution di Ukraina (2004), Tulip Revolution di Kyrgyzstan (2005), Cedar Revolution di Lebanon (2005), Jeans Revolution di Belarus (2006), PAD Movement di Thailand (2006 dan 2008), Saffron Revolution di Burma (2007) dan terakhir Green Revolution di Iran (2009).
(more…)

Seberapa Bahagia Bangsa Kita?

December 30, 2009

Handrawan Nadesul

Adrian White dari Universitas Leicester bikin survei belum lama ini, bangsa apa paling bahagia di dunia. Hasilnya bukan dari negara terkaya, melainkan bangsa Denmark. Bukti bahwa tidak semua bisa dibeli dengan uang. Indonesia termangu di urutan ke-64.

(more…)

Tukang Kebun Indonesia

December 30, 2009

Oleh : Budiarto Shambazy

Tanggal 14 Desember 2009 pas 40 tahun kematian Soe Hok Gie di Gunung Semeru, Jawa Timur. Kami alumni Universitas Indonesia mempersiapkan buku Soe Hok Gie Sekali Lagi yang dirilis 18 Desember dan ”Napak Tilas Soe Hok Gie” yang diadakan Komunitas Kelompok Pencinta Alam Malang/Mapala UI di Gunung Semeru pada 20 Desember.

Justru setelah tutup usia dalam usia 27 tahun, banyak yang sadar bahwa ia pejuang konsisten. Banyak yang mafhum bahwa saat sebagian besar mahasiswa menikmati bulan madu bersama Orde Baru, ia justru keluar dari magnet kekuasaan. (more…)

Membangun Komunitas berpengharapan

December 30, 2009

Judul Buku : The Catholic Way, Kekatolikan dan Keindonesiaan Kita

Penulis : Mgr Ignatius Suharyo
Penerbit : Kanisius, Jogjakarta
Cetakan : Pertama, 2009
Tebal : 248 halaman

JENAZAH orang muda bernama Giorgio Frassati diterbangkan dari kota Torino, Italia, menuju Sydney, Australia. Ini terjadi pada peringatan Hari Kaum Muda Sedunia di Sydney, 2008. Giorgio Frassati lahir dari keluarga kaya namun hidupnya ia dedikasikan untuk melayani orang miskin, sakit, dan telantar. Pelayanannya kepada kaum duafa membuat ia mati dalam usia yang relatif muda, 24 tahun. Ia meninggal akibat penyakit dari orang-orang miskin yang dilayaninya. Pada saat meninggal, ribuan orang miskin datang melayat sebagai bentuk penghormatan.
(more…)

Menyemai Kebebasan Beragama

November 25, 2009

Tokoh Muda Inspiratif Kompas #25

Budhy Munawar Rachman – The Asia Foundation

Budhy Munawar Rachman adalah salah satu penerus pemikir Islam progresif yang melihat Islam secara lebih terbuka, toleran, dan demokratis. Sebuah cakrawala pemikiran yang fondasinya dibangun oleh para tokoh Muslim di era Nurcholish Madjid.

Sebagaimana gurunya di Paramadina, Nurcholish Madjid, Budhy juga dikenal sebagai penyeru pluralisme dan kebebasan beragama. (more…)

Mimpi Negeri Tanpa Korupsi

November 25, 2009

Tokoh Muda Inspiratif Kompas #24

Fadjroel Rahman – Pegiat antikorupsi, calon Presiden independen 2009

 

Pada 28 Oktober lalu, tepat 81 tahun Sumpah Pemuda, tokoh mahasiswa Institut Teknologi Bandung, 1978, M Fadjroel Rachman, yang pernah mendekam di LP Sukamiskin, Jawa Barat, oleh rezim Orde Baru, mendeklarasikan diri kembali menjadi calon presiden independen tahun 2014. SUHARTON

Ini merupakan deklarasi kedua Fadjroel sebagai calon presiden (capres) setelah deklarasi pertama Februari 2009. Waktu itu pencalonannya kandas setelah Mahkamah Konstitusi menolak uji materinya terhadap capres perseorangan atau independen.

Kini, didukung gerakan nasional independen, Fadjroel maju kembali sebagai capres. Ia mengaku tak ingin mencari keuntungan sendiri menjadi capres RI, tetapi ingin mengembalikan hak konstitusional warga lainnya bisa maju sebagai capres. (more…)

Demi Pembangunan yang Berkeadilan

November 25, 2009

Tokoh Muda Inspiratif Kompas #23

Dradjad Wibowo – Anggota DPR-RI 2009-2014 PAN

 

Jauh sebelum tokoh di negeri ini banyak bicara tentang strategi pembangunan yang berkeadilan sosial, Dradjad Wibowo telah menulis pemikirannya itu. Tak heran, ia diberi kepercayaan untuk menulis pengantar dalam buku karya peraih Nobel, Joseph E Stiglitz, Making Globalization Work: Menyiasati Globalisasi Menuju Dunia yang Lebih Adil.

Ideologi dan Cetak Biru Ekonomi Indonesia: Pemulihan Ekonomi dan Pembangunan yang Berkeadilan Sosial”. Demikian judul dalam Jurnal Reformasi Ekonomi Lembaga Studi dan Pengembangan Etika Usaha Vol 3 Januari 2002. (more…)

Mengalir Menuju Muara yang Sama

November 25, 2009

Tokoh Muda Inspiratif Kompas #22

Usman Hamid – Koordinator KONTRAS

 

”Mengapa semakin banyak petani yang kehilangan lahan?” Itulah kegelisahan pertama Usman Hamid saat kuliah di Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta, di saat-saat akhir pemerintahan Orde Baru. ”Itulah realitas politik,” jawab dosennya saat itu.

Kegelisahan terhadap realitas politik ini kian memuncak dalam diri Usman saat anak band yang pernah bercita-cita menjadi tentara ini melihat empat temannya tewas, tertembak dalam peristiwa Trisakti pada 12 Mei 1998.

”Saat penembakan itu terjadi, saya menjadi calon Ketua Senat Fakultas Hukum. Saya merasa berdosa kepada teman-teman yang menjadi korban dan bertanya, mengapa peristiwa itu sampai terjadi?” kenangnya. (more…)

DPR Jangan Pasang Badan bagi Penguasa

November 25, 2009

Tokoh Muda Inspiratif Kompas #21

Nurul Arifin – Anggota DPR-RI 2009-2014

 

Tahun 1987 nama Nurul Arifin menjulang di langit Indonesia karena menjadi salah satu bintang film Naga Bonar. Setelah itu, ia bisa menyelesaikan sekitar 40 judul film. Kemudian ia terjun ke dunia bisnis dan gerakan aktivis lembaga swadaya masyarakat di bidang kesehatan dan sosial. (more…)

Menjadi Penguasa Belum Tentu Memimpin

November 25, 2009

Tokoh Muda Inspiratif Kompas #20

Anis Matta – Wakil Ketua DPR-RI 2009-2014

Dari pengalaman berpartai sejak gemuruh reformasi 1998, Anis Matta berpendapat, memimpin bangsa jauh lebih berat dari sekadar memenangi pemilihan umum. Ketika kemenangan tidak disertai kapasitas memimpin, distribusi kekuasaan politik harus dilakukan sehingga ide besar untuk kesejahteraan rakyat tak dapat diwujudkan.

Anis Matta, yang turut membidani kelahiran Partai Keadilan, kini bermetamorfosis menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), memandang gerakan dakwah perlu menjadi perjuangan yang melembaga dalam struktur politik karena inti dari gerakan itu adalah penyadaran untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. (more…)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.