Nobel dan Solusi Kemiskinan

Minggu, 05 November 2006

Nobel dan Solusi Kemiskinan

Peraih Nobel Perdamaian 2006 adalah seorang doktor ekonomi kelahiran Bangladesh yang menggagas dan mendirikan Grameen Bank (bank desa) yang memberikan pinjaman/kredit tanpa jaminan dan bunga kepada jutaan orang miskin di Bangladesh.
Dr. Muhammad Yunus (65 thn) dijuluki Banker of the Poor (bankirnya orang miskin) atas komitmennya memberantas kemiskinan lewat penyaluran kredit mikro yang dia dirikan sejak 1983. Grameen Bank telah melayani 6,61 juta peminjam, 97 persennya ada-lah perempuan. Bank ini telah memiliki 2.226 cabang di 71.371 desa, dan tidak hanya melayani peminjam dari Bangladesh, tetapi juga negara-negara lain. Pada tahun 1997, Grameen Foundation (yayasan) didirikan dengan jaringan berupa 52 mitra di 22 negara yang membantu 11 juta kaum miskin di Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika. (Suara Pembaruan, 14/10/06).
“Ini adalah berita fantastis bagi kami semua, bagi Bank Grameen, bangsa Bangla-desh, semua orang miskin di negara ini, dan semua orang miskin di seluruh Dunia,” kata Yunus, mengomentari pemberian Nobel Perdamaian kepada dirinya.
Bagi banyak pihak yang tidak mengenal dia dan kiprahnya, pemberian penghargaan itu mengejutkan, apalagi Komite Nobel tidak memberikan penghargaan itu kepada mereka yang berjasa menghentikan konflik, tetapi pengentasan kemiskinan. Kemenangan Muhammad Yunus itu memang di luar dugaan. Sejak pertama kali Hadiah Nobel Perdamaian diserahkan tahun 1901, pemenangnya adalah tokoh-tokoh yang selama ini berkutat dan berjuang untuk upaya-upaya perdamaian. Oleh karena itulah, untuk tahun ini pun kandidat yang santer disebut-sebut antara lain adalah mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari dan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, keduanya dinilai sukses memperjuangkan perdamaian di Aceh. Tapi Yunus bukanlah tokoh terkenal yang berpidato ke sana ke mari mengobarkan apa yang telah dilakukannya. Dia berjuang untuk kemenangan si miskin dan bukan untuk mendapatkan popularitas melalui tim sukses. Bahkan dia memulai perjuangannya dengan meminjamkan uang 27 dollar kepada sekelompok warga di sebuah perdesaan, sebagian besar perempuan, agar mereka terbebas dari jeratan rentenir.
Konsep kredit mikro dari Yunus ini sudah menjadi sumber ide bagi banyak negara untuk mengembangkan lembaga keuangan mikro serupa termasuk Gereja Katolik dengan Credit Union sebagai solusi kemiskinan. Lembaga non-perbankan, seperti Koperasi Simpan Pinjam, Unit Simpan Pinjam, Pegadaian dan Credit Union, adalah “alat” untuk mendongkrak kemampuan rakyat untuk berproduksi dan menolong dirinya sendiri.
Kemenangan Nobel Perdamaian ini harusnya menyadarkan politikus dan penguasa negeri ini untuk serius memperhatikan rakyatnya. Masih banyak rakyat miskin di Indonesia. Kita butuh orang seperti Yunus yang langsung berbuat konkret untuk rakyat kecil, tanpa melalui propaganda yang tak ada realisasinya.
Kemiskinan adalah akar persoalan bangsa dan mengurai “benang kusut” kemiskinan niscaya akan membawa perdamaian bagi bangsa ini. Seperti dikatakan oleh Ole Danbolt Mjoes Ketua Komite Nobel, “Perdamaian dunia tidak akan tercapai sampai sebagian besar rakyat menemukan cara keluar dari kemiskinan”.

Yudhit Ciphardian

2 Responses to “Nobel dan Solusi Kemiskinan”

  1. yosi ariansyah Says:

    kita semua mengerti kalau Dr. Muhammad Yunus sudah memberikan contoh yang begitu mulia untuk kita, tapi saya tetap tidak mengerti kenapa para pemimin kita belum bisa seperti beliau, menurut anda apa bendanya pemimpin2 kita dengan beliau??

  2. fiathin romza Says:

    yang membedakan pemimpin kita dengan Dr. Muhammad Yunus adalah pola pikirnya. Kalau Dr. M Yunus berfikir bagaimana caranya mengatasi masalah umat manusia agar mereka bisa hidup sejahtera, tetapi kalau para pemimpin kita berfikir bagaimana diri mereka bisa kaya dan merasakan bahagia, tanpa peduli bagaimana nasib umat manusia lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: