Kunjungan Paus Ke Turki

Minggu, 10 Desember 2006

Kunjungan Paus Ke Turki


Membuka Pintu Dialog Dan Persahabatan TulusSebagai pemimpin dari satu miliar lebih pemeluk Katolik di seluruh dunia, segala tindakan, bahasa dan aktivitas Paus Benedictus XVI selalu menjadi sorotan dunia.Tidak terkecuali dengan kunjungan penuh makna selama empat hari ke Turki sejak Selasa (28/11) lalu.
Tujuan awal kunjungan Paus Benedictus XVI ke Turki adalah pertemuan dengan pemu-ka agama Kristen Ortodoks yang berbasis di Istanbul (ibukota Turki) dengan 250 juta pemeluk di seluruh dunia. Namun kemudian, kunjungan itu juga berkembang menjadi semacam rekonsiliasi politik dalam hubungan Islam-Barat, hubungan Timur-Barat, juga hubungan Muslim-Katolik, dan juga kepentingan Turki menjadi anggota Uni Eropa.
Seperti telah kita ketahui, September lalu pidato Paus Benedictus XVI saat memberi kuliah terbuka di Universitas Regensburg, Jerman yang mengutip perkataan Kaisar Bizantium abad ke-14 dikritik banyak orang karena mengutip bagian yang dianggap keliru yaitu bahwa Islam adalah agama yang disebarkan dengan cara kekerasan. Setelah itu Sri Paus menunjukkan kearifan dan teladan seorang pemimpin dunia dengan menyatakan penyesalan dan permintaan maaf secara pribadi karena bagian dari pidatonya (meski itu bukan pendapat pribadinya) telah membuat resah dunia Muslim. Paus juga menyatakan bahwa dirinya tidak sependapat dengan Kaisar Bizantium. Permintaan maaf itu disambut hangat oleh dunia dan menjernihkan kembali salah persepsi tentang isi pidato Paus tersebut.
Di Turki, Paus melakukan uluran tangan simbolik kepada umat Islam, ketika ia mengikuti seorang pejabat Islam Turki memanjatkan doa di Masjid Biru yang terkenal di kota itu.
Di Masjid Biru itu Paus dengan tekun mendengar-kan penjelasan seorang pejabat tentang Masjid Biru Sultan Ahmad yang dibangun pada awal abad ke-17 itu. Paus mendengar dengan penuh perhatian sambil melontarkan sejumlah pertanyaan. Kemudian, keduanya saling bertukar hadiah. Paus memberi hadiah berupa mozaik yang bergambar merpati, lambang perdamaian. Paus sendiri menerima lukisan kaligrafi bertuliskan, “Dalam nama Allah, Sang pemaaf”.
Seorang pejabat Vatikan membandingkan kunjungan Paus Benediktus XVI ke Masjid Biru tersebut dengan kunjungan Paus Yohannes Paulus II ke Tembok Ratapan di Jerusalem.
“Paus telah melakukan kepada umat Muslim apa yang dilakukan Paus Yohannes Paulus II kepada umat Yahudi,” katanya. Paus Benediktus merupakan Paus kedua sepanjang sejarah yang menginjakkan kaki di rumah ibadah umat Muslim setelah Paus Yohannes Paulus I yang melakukannya tahun 2001 di Damaskus.
Setelah meninggalkan masjid, Paus dengan gembira mengungkapkan, “Kunjungan ini akan membantu kita bersama menemukan makna dan jalan menuju perdamaian demi kemanusiaan,” tuturnya.
Selain bertatap muka dengan pemuka Muslim, Bapa Paus juga bertemu dengan pemim-pin spiritual gereja Orthodoks, Patriarch Ekumene Bartholomew. Kedua pemimpin itu mengatakan gereja-gereja mereka akan berusaha untuk menyembuhkan “perpecahan” antara Katolik dan Kristen Orthodoks yang telah berlangsung selama hampir seribu tahun.
Paus mengatakan lawatannya ke Turki itu merupakan “pengalaman tak terlupakan”. Ia berharap lawatannya itu akan membantu membina dialog yang bermanfaat dengan umat Islam.
Menjelang Natal 2006, Paus mengingatkan kita akan pentingnya dialog antaragama dan persahabatan tulus yang menjadi pondasi perdamaian.Yudhit Ciphardian
dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: