Kontroversi PP 37/2006 Wakil Rakyat Berpesta Di Atas Penderitaan Rakyat

Minggu, 21 Januari 2007

Kontroversi PP 37/2006
Wakil Rakyat Berpesta Di Atas Penderitaan Rakyat

Selain berita tentang rentetan musibah, beberapa hari ini muncul berita tak kalah menghebohkan yang kali ini datang dari legislatif (DPR) dan eksekutif (pemerintah). Di tengah jeritan rakyat akibat sembako yang harganya terus merangkak naik, muncul Peraturan Pemerintah (PP) no. 37/2006 tentang Kedudukan Protokoler Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD yang dibuat November 2006 (selanjutnya disingkat PP 37/2006).


Untuk urusan kesejahteraan anggota Dewan agaknya pemerintah terlalu “royal”. Terhitung sejak 3 tahun lalu pemerintah hampir setiap tahun menerbitkan peraturan yang mengatur penghasilan DPRD. Berturut-turut, mulai tahun 2004 Pemerintah menetapkan PP 24 tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD yang kemudian diubah dengan PP 37 tahun 2005 dan terakhir perubahan kedua melalui PP 37/2006 yang tiba-tiba ditetapkan 14 November 2006.
PP 37/2006 ini menjadi kontroversial setelah beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menyoroti besarnya tunjangan yang diterima anggota Dewan, pasalnya, PP itu memerintahkan pemberian tunjangan yang sangat besar bagi anggota DPRD dengan kenaikan sebesar 400 persen dari tahun sebelumnya. Terlebih setelah PP itu memerintahkan agar pembayaran tunjangan itu dilakukan secara rapel mengingat sejak setahun lalu anggota DPRD tidak mendapat tunjangan.
Berdasarkan PP 37/2006 setiap pimpinan dan anggota DPRD berhak menerima tunjangan uang representasi, tunjangan keluarga (isteri/ suami, anak, dan beras), uang paket, tunjangan jabatan, panitia musyawarah, panitia anggaran, tunjangan komisi, tunjangan badan kehormatan, tunjangan komunikasi, dan dana operasional.
Menurut koalisi LSM yang antara lain terdiri dari antara lain Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakar-ta), Indonesian Corruption Watch (ICW), dan Forum Indonesia Untuk Transpa-ransi Anggaran (FITRA), PP 37/2006, merupakan korupsi yang dilegalkan, menggerogoti dana belanja rakyat, bertentangan dengan perundang-undangan dan melanggar asas kepatutan serta asas kelayakan. Mereka mengkritik adanya tambahan detail tunjangan berupa tunjangan komunikasi dan dana operasional yang menunjukkan bahwa birokrasi, eksekutif, dan legislatif egois tidak peduli terhadap nasib rakyat. Tunjangan yang diperoleh anggota DPRD sudah terlalu banyak termasuk tunjangan perumahan yang sebelumnya tidak diperbolehkan, sekarang dianggap sah. Keberadaan PP 37/2006 ini justru akan memperkaya anggota DPRD sementara rakyat terus menderita.
Kenaikan penghasilan DPRD ini akan semakin membebani APBD terutama pada daerah-daerah dengan PAD kecil yang “dipaksa” untuk mengalokasikan anggaran untuk penghasilan DPRD ketimbang pemenuhan pelayanan publik bagi warganya apalagi PP ini diberlakukan secara seragam di seluruh daerah di Indonesia tanpa memperdulikan kemampuan masing-masing sampai membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) di beberapa kota/kabupaten bersaldo negatif.
PAD yang dipakai untuk belanja daerah seharusnya diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Perlindungan dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan (sekolah minus), penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan (klinik untuk orang miskin), fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak, serta mengembangkan sistem jaminan sosial (pasal 167 UU 32/2004 tentang Otonomi Daerah), namun dalam prakteknya malah “jauh panggang dari api”, alias tidak sesuai dengan harapan.
Praktek-praktek kolutif antara eksekutif dan legislatif yang tidak berbela rasa terhadap kesusahan hidup mayoritas rakyat ini akan terus berulang di kemudian hari selama kita juga terus-menerus tidak peduli sampai pada akhirnya merugikan kita sendiri.

Yudhit Ciphardian
Dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: