Selamat Berkarya, Uskup Surabaya

Minggu, 15 April 2007

Selamat Berkarya, Uskup Surabaya

Selasa, 3 April 2007 lalu umat Keuskupan Surabaya pantas berbahagia. Betapa tidak, sosok Uskup yang sudah lama dinantikan sejak kepergian Mgr. Hadi wikarta tahun 2003 lalu akhirnya terjawab tatkala Leopoldo Girelli Duta Besar Vatikan untuk Indonesia mengumumkan, nama Romo Vincentius Sutikno Wisaksono Pr, sebagai Uskup Surabaya.
Pengumuman itu dilakukan oleh nuncio, sebutan kehormatan untuk Leopoldo Girelli sebagai Duta Besar Vatikan, di tengah pelaksanaan Misa Krisma dan Misa Pembaharuan Janji para Romo yang digelar di gereja Katedral Hati Kudus Yesus.


Ratusan umat sontak bertepuk tangan dan bersukacita atas kabar gembira ini.
“Benar. Tadi secara langsung diumumkan oleh nuncio. Ini sebuah kebahagiaan bagi kami. Romo Sutikno adalah romo kela hiran Kota Surabaya,” ujar Rm. Jelantik selaku Pastor Paroki HKY.
Saat pengumuman itu disampaikan, Romo Sutikno sedang menyelesaikan studinya di Philipina.
Selama kekosongan tahta kepemimpinan, Keuskupan Surabaya dipimpin oleh seorang Administrator Keuskupan yaitu Rm. Julius Haryanto.
Karya Uskup
Uskup itu pertama tama pemimpin gereja se tempat. Namun dalam per sekutuan Gereja gereja se tempat itu, hiduplah Gereja universal. Begitu juga, dalam persekutuan dengan Uskup uskup yang lain, para Uskup setempat menjadi pimpinan Gereja universal. Maka juga dikatakan bahwa tugas-tugas seorang Uskup “menurut hakikatnya hanya dapat dilaksanakan dalam persekutuan hierarkis dengan Kepala serta para anggota Dewan” (LG 21).
Apa sebenarnya karya seorang Uskup? Konsili Vatikan II merumuskan nya dengan jelas, “Masing-masing Uskup menjadi asas dan dasar kelihatan bagi kesatuan dalam Gereja nya” (LG 23 Buku Iman Katolik hal. 372).
Tugas pokok Uskup di tempatnya sendiri dan Paus bagi seluruh Gereja adalah pemersatu. Tugas hierarki yang pertama dan utama adalah mempersatukan dan mempertemukan umat. Tugas itu boleh disebut tugas kepemimpinan dan para Uskup “dalam arti sesungguhnya disebut pembesar umat yang mereka bimbing” (LG 23).
Namun Konsili mene gaskan bahwa “tugas yang oleh Tuhan diserahkan kepada para gembala umat Nya, sungguh sungguh merupakan pengabdian, yang dalam Kitab Suci di sebut Diakonia atau pela yanan” (LG 24).
Karena Gereja itu komunikasi iman, maka tugas pemersatu hanya dapat di jalankan dengan memajukan komunikasi itu, bukan dengan paksaan atau indoktrinasi. Suatu kesatuan yang dipaksakan dari atas (top down) bukanlah kesatuan iman.
Tugas pemersatu itu selanjutnya dibagi menjadi tiga tugas khusus menurut tiga bidang kehidupan Gereja yaitu pewartaan, perayaan dan pelayanan.
“Diantara tugas tugas utama para Uskup, pewar taan Injillah yang terpen ting” (LG 25). Selanjutnya Uskup “diserahi tugas mempersembahkan ibadat kepada Allah yang maha agung dan mengaturnya menurut perintah Tuhan dan hukum Gereja (LG26).
Akhirnya “para Uskup membimbing Gereja-gereja yang dipercayakan kepa da mereka sebagai wakil dan utusan Kristus, dengan petunjuk petunjuk, nasihat nasihat dan teladan hidup mereka, tetapi juga dengan kewibawaan dan kuasa suci” (LG 27).
Dalam ketiga bidang kehidupan Gereja Uskup bertindak sebagai pemer satu, yang mempertemukan orang dalam komunikasi iman.

Yudhit CiphardianPROFIL SINGKATUskup Surabaya
Nama : Sutikno Wisaksono
Nama baptis : Vincentius
Tempat dan Tanggal Lahir :
Surabaya, 26 September 1953
Tempat dan Tanggal Baptis :
Surabaya, 7 Mei 1966
Orangtua dan Keluarga :
Ayah : (Alm.) Stefanus Widiatmo
Ibu : ursula Madijanti
Anak ke 2 dari 3 bersaudara
Anak ke 1 : Regina Reniwati
Anak ke 3 : Vincentia Mia Aryono
Pendidikan :
SD St. Mikael Perak Surabaya
SMP Angelos Custos Surabaya
Seminari Menengah Garum Blitar
Seminari Tinggi St. Paulus Yogya
Tahbisan Imamat :
21 Januari 1982 di Gereja Katedral
Hati Kudus Yesus Surabaya oleh
Mgr. Johanes Klooster, CM.
Karya dan Pekerjaan :
1982-1983: Pastor bantu di Paroki St. Yosef, Kediri,
1983-1988: Pembina dan ekonom Seminari Garum, Blitar
1988-1991: Studi Master Psikologi di Universitas De La Salle, Filipina,
1991-2000: Rektor Seminari Tinggi Inter-diosesan “Giovanni” Malang
2000-2004: Studi Doktorat Psikologi di Universitas De La salle, Filipina,
Sejak 2004 : Pastor bantu di Katedral HKY Surabaya.
Sejak 2004 : Anggota Dewan Konsultores Keuskupan Surabaya

2 Responses to “Selamat Berkarya, Uskup Surabaya”

  1. rinaldi lamertus Says:

    saya mohon maap sebelumnya ,saya ingin bertanya karena merasa kasihan dengan para pastur/romo dan umat katolik yang sudah mulai gelisah & kawatir sekali. romo2 yang ada di surabaya yang kelihatannya perannya mulai digantikan/disaingi oleh para karismatik ! saya rasa ini sudah keterlaluan sekali. mengapa karismatik katolik tidak diketuai oleh romo ? dan mengapa dibiarkannya karismatik katolik mempengaruhi umat katolik untuk beribadah ala kristen apakah keuskupan surabaya tidak tahu ? dan mengapa banyak ajaran-2 karismatik katolik membolehkan pembicara2 awam/pendeta2 kristen yang tidak mengerti benar tentang ajaran katolik seperti para romo/pastur dan dibiarkan dengan bebas mengajar/kotbah/bawa firman dengan salah kaprah dibiarkan ? apakah uskup tidak takut akan tercipta nabi2 palsu melalui karismatik katolik ? umat melihat uskup surabaya malah mendukung dan mengorganisasi karismatik untuk bergabung/belajar/tunduk dengan aturan kristen CMN. apakah katolik yang sekarang ini tidak punya program dan prinsip ? apakah katolik akan bergabung dengan kristen yang lain? karena umatnya diajak semua ikut program CMN kristen. uskup surabaya punya target apa ? apakah ingin mengkristen kan umat katolik? apakah ini kemunduran bagi umat katolik disurabaya ? karismatik tidak mencerminkan ajaran gereja katolik yang benar, dan kelihatannya dilindungi dan didukung uskup surabaya . semoga uskup surabaya cepat sadar bahwah apa yang didukungnya itu salah dan bermasalah. keliatanya ketua karismatik berpengaruh sekali terhadap uskup surabaya, uskup patuh sekali dengan ketua karismatik! mohon maap dan ampun bapak uskup bila kata2 kami mungkin terlalu tajam, tapi kami hanya mau/ingin katolik yang bener katolik murni katolik roma yang dipimpin paus kita bukan karismatik. bapak uskup jangan lemah, yang tegas dong bawalah kami pada katolik yang benar biarlah yang boleh kotbah atau mengajar hanya romo-romo aja jangan para awam karismatik berbahaya sekali monsinyur ! kami mau katolik yang bener katolik roma. mohon ampun untuk tulisan saya ini .

  2. vincent Says:

    bung rinaldi ytk, saya bangga menjadi orang katolik karena digereja katolik banyak saluran rahmat Tuhan, ada legio maria, kelompok meditasi katolik, karismatik katolik, bunda kudus, keluarga kudus, ME, dan banyak lagi yang lainnya. mereka semua mempunyai cara doa yang khas. Tuhan menyapa umatnya(menyalurkan rakhmatNYA) melalui berbagai macam caraNYA sendiri yang tidak bisa ditentukan manusia. Jadi janganlah menganggapdiri sendiri paling benar dan yang lain sesat. Jangan menghakimi, karena yang berhak menghakimi hanyalah DIA YANG AKAN DATANG PADA AKHIR ZAMAN. Bukankah ukuran yang ukuran yang dipakai untukmenghakimi orang lain akan dipakai untuk menghakimimu juga. Mari kita bangun kebersamaan dari perbedaan yang ada, supaya doa Tuhan Yesus (yoh. 17) “jadikan mereka satu seperti Aku dan Bapa adalah satu” segera dipenuhi Allah Bapa.
    Tuhan memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: