61 Tahun Indonesia Merdeka – Negara Pengutang Dengan 40 Juta Rakyat Miskin

Minggu, 13 Agustus 2006

61 Tahun Indonesia Merdeka ;
Negara Pengutang Dengan 40 Juta Rakyat Miskin

Laporan United Nations Development Program (UNDP) 2004 tentang Human Development Report menyebutkan bahwa 16,4% (40 juta lebih) rakyat Indonesia masih hidup dibawah garis kemiskinan dengan kemampuan hidup dibawah 2 dollar sehari (Rp. 18000 dengan kurs Rp. 9000).
Data ini sedikit lebih banyak daripada data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik Februari 2006 yang menyebutkan angka kemiskinan masih mencapai 15,1% jumlah penduduk. Dari data yang sama, jumlah pengangguran terbuka mencapai 11,1 juta atau 10,4% dari total angkatan kerja yang mencapai 106,3 juta orang. Data-data ini mengusik sisi kemanusiaan kita. Bagaimana mungkin negara yang sudah merdeka berdaulat selama 61 tahun masih terbelit masalah kesejahteraan sosial yang serius?.
Kita semua bermimpi uang (baca: anggaran) negara menjadi sarana bagi penanggulangan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi dalam negeri yang kuat dan berdikari. Kita juga kerap bermimpi bahwa anggaran (APBN dan APBD) efektif mencegah busung lapar, wabah penyakit, dan menolong mereka yang sedang didera oleh kesulitan dan penderitaan akibat bencana alam, usia tua, penyakit, kecelakaan dan segala macam resiko hidup.
Namun, seperti layaknya mimpi, semuanya berakhir ketika kita membuka mata. Uang negara sudah tidak cukup lagi untuk pembangunan (baik fisik atau mental). Uang negara sudah ludes hanya untuk membayar utang.
Di tahun 2004 saja utang kita mencapai US$ 136.679 miliar (Rp. 1.230 triliun dengan kurs Rp 9000). Utang tersebut terdiri dari US$ 78,6 miliar utang pemerintah dan US$ 52 miliar utang swasta.
Dari jumlah tersebut belum termasuk utang dalam negeri yang jumlahnya Rp. 650 triliun. Dengan demikian, beban utang per kapita penduduk Indonesia sudah mencapai hampir Rp. 10 juta per orang. Beban itulah yang sekarang dipikul oleh 40 juta rakyat miskin termasuk para bayi Indonesia yang baru lahir.
Negara yang sedang bangkrut ini masih juga tertimpa kesialan dengan tumbuh suburnya praktek korupsi. Pantaslah jika KWI dalam Nota Pastoral 2004 menyebut korupsi sebagi penyakit utama bangsa sambil menawarkan habitus baru bangsa untuk memperbaiki ketidakadaban publik ini.
Maka, selain rasa syukur atas kemerdekaan, patutlah kita juga merenung tentang bagaimana imanku bisa menjawab tantangan jaman ini.

Yudhit Ciphardian

One Response to “61 Tahun Indonesia Merdeka – Negara Pengutang Dengan 40 Juta Rakyat Miskin”

  1. dio pradianggara Says:

    terima kasih atas esai-nya,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: