Nobel Perdamaian 2007 dan Keprihatinan Gereja

Minggu, 21 Oktober 2007
Nobel Perdamaian 2007 dan Keprihatinan Gereja

Sudah sejak tiga tahun lalu Gereja Katolik Indonesia memprihatinkan soal kerusakan lingkungan hidup. Sorotan gereja tidak hanya terhadap perilaku yang tidak menghargai lingkungan hidup melainkan juga terhadap eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam (SDA) yang bersumber pada sifat serakah manusia untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya (bdk. Nota Pastoral KWI 2004). Soal perilaku hidup yang ramah lingkungan, gereja menyoroti tentang kebiasaan hidup bersih seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah dan menggunakan bahan-bahan daur ulang. Soal eksploitasi SDA gereja mengingatkan tentang ancaman di masa depan yang terjadi akibat rusaknya lingkungan seperti illegal logging (pembabatan hutan), pertambangan liar, pembuangan limbah dan pemanasan global (global warming).
Untuk isu yang terakhir disebut di atas, dunia internasional sudah gencar mengkampanyekan bahaya ini dalam berbagai kesempatan. Disebutkan bahwa pemanasan global mengakibatkan kekeringan yang mengerikan dan perubahan iklim yang dratis.
Seriusnya ancaman global warming ini dijawab dengan serius pula oleh Komite Nobel Norwegia yang menetapkan Albert Arnold “Al” Gore dan IPCC (Intergovermental Panel for Climate Change / Panel Antarpemerintahan PBB soal Perubahan Iklim) sebagai peraih Nobel Perdamaian 2007.
Al Gore adalah mantan wakil presiden Amerika di era Bill Clinton (1993-2001) yang gencar melakukan kampanye global warming di seluruh dunia pasca pensiun sebagai politikus. Dia membintangi film dokumenter “An Incovenient Truth” yang bercerita tentang bahaya laten global warming. Film ini memenangi Academy Award 2007 sebagai film dokumenter terbaik. Sekarang dia memimpin sebuah lembaga bernama Aliansi bagi Perlindungan Iklim yang berkampanye keliling dunia lewat berbagai cara.
IPCC adalah lembaga di bawah PBB yang berisi 3.000 ahli lingkungan dari 130 negara anggota PBB. Lembaga ini bertugas untuk meneliti dan memberitakan kepada dunia tentang bahaya laten dan upaya pencegahan dampak global warming yang disampaikan dalam laporan tahunan. IPCC berdiri sejak 1988 dan komitmennya terhadap isu ini sangat membantu banyak negara untuk mencegah dampak buruk pemanasan global.
Hadiah Nobel tahun ini sempat menimbulkan pro kontra bagi banyak kalangan internasional. Mereka yang kontra menganggap isu lingkungan hidup tidak terkait langsung dengan perdamaian. Lagipula, sepanjang sejarah hadiah Nobel Perdamaian selalu diberikan kepada lembaga, pelaku, aktor atau martir perdamaian dalam berbagai bentuk. Mereka yang kontra menganggap Nobel 2007 sangat berbau politis untuk kepentingan negara-negara maju, sementara masih banyak tokoh-tokoh perdamaian di berbagai negara yang perlu “dipublikasikan”. Mereka menganggap Nobel 2006 kepada Muhammad Yunus asal Bangladesh lebih pas meski bidangnya soal pemberantasan kemiskinan, namun efek jangka panjangnya lebih terasa dibanding Nobel 2007 kali ini.
Tapi, mereka yang pro menganggap Nobel 2007 ini sudah pas diberikan kepada Al Gore dan IPCC. Isu pemanasan global dan perubahan iklim sangat dekat dengan isu perdamaian. Artinya, jika ancaman lingkungan ini menjadi nyata maka negara-negara akan rentan terhadap konflik dan perang. Umat manusia akan menurun kualitas hidupnya, terganggu daya hidupnya dan akan gampang terlibat konflik horisontal. Nobel 2007 adalah “alarm” bagi dunia bahwa isu ini adalah bahaya laten yang harus mulai “ditengok” dan ditindaklanjuti.
Hal ini juga terkait dengan definisi baru tentang “damai” yang mulai mengalami pergeseran. Jika dulu damai berarti tidak ada perang, maka damai jaman sekarang berarti keadilan dan hidup harmonis bagi semua bangsa.
Isu yang menjadi keprihatinan gereja kini sudah menjadi keprihatinan internasional dan tugas kita dan kelompok kita untuk melanjutkannya.

Yudhit Ciphardian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: