Menyapa Kaum Marginal Adalah Kewajiban

Minggu, 28 Oktober 2007

Karya Sosial Seksos Paroki HKY
Menyapa Kaum Marginal Adalah Kewajiban

Kerukunan antarumat beragama bisa diciptakan lewat berbagai media. Khotbah, dialog dan kerjasama merupakan cara yang umum dipakai. Sumbangan karitatif, kunjungan dan bakti sosial juga bentuk lain dalam upaya membangun kerukunan. Namun, memberi siraman rohani bagi kaum marginal lewat acara keagamaan patut menjadi contoh.
Sebagai sebuah tradisi tahunan, Seksi Sosial Paroki HKY menggelar Halal Bihalal bersama kaum marginal pada Kamis, 25 Oktober lalu. Acara yang dihadiri ratusan kaum marginal (tukang becak, pemulung, tukang sampah, dsb) ini diadakan di komplek sekolah St Katarina jalan Mojopahit.
Selain pembagian bingkisan sembako, doorprize, game dan makan bersama, acara ini juga berisi siraman rohani dari Ustadz KH Muklis Amal. Ratusan kaum marginal yang bekerja dan melayani umat di sekitar wilayah Katedral ini tampak antusias mendengarkan ceramah sang Ustadz.
“Kita wajib untuk menjaga kerukunan karena Islam memerintahkan kita seperti itu. Kita tidak perlu melihat seseorang dari agama apa, selama dia berbuat baik, maka kita juga harus membalasnya dengan berbuat baik”, ujar Ustadz Muklis dalam ceramahnya. “Kita kenal Romo Eko dan Pak Rudi adalah orang baik, maka kita tidak perlu mempersoalkan agamanya yang Katolik”, sambungnya lagi.
Juga hadir dalam acara ini para ketua wilayah, ketua lingkungan, seksos wilayah/lingkungan bersama pastor paroki Rm Eko Budi Susilo dan Rm Eko Wiyono, Pr. “Acara ini terselenggara berkat kerja keras para ketua wilayah dan ketua lingkungan beserta para pengurusnya”, ujar Rudi Tjokro, Ketua Seksi Sosial Paroki HKY. Menurut Rudi Tjokro, untuk mengudang kaum marginal ini, Seksos Paroki mencetak kupon yang dibagikan di wilayah dan lingkungan secara selektif. “Tahun ini kepanitiaan utama dipegang oleh Wilayah 4 dan 5 dibawah koordinasi Ny Sigit”, papar Rudi Tjokro.
Dalam sambutannya di awal acara, Rm Eko Budi mengucapkan terima kasih pada para hadirin yang sehari-hari banyak membantu umat paroki. Meski bidang pekerjaannya tampak sepele, namun bantuan mereka sangat berarti bagi umat Katedral.
Selain memperkenalkan diri sebagai pastor paroki yang baru, Rm Eko Budi yang juga menjadi pengurus Ikatan Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Jawa Timur dan Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Keyakinan (HAK) Keuskupan, menyampaikan pesan-pesan solidaritas untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama.
Meski digelar dengan sederhana di atas hamparan tikar dan beratapkan langit, panitia yang mayoritas ibu-ibu tampak bekerja dengan sungguh-sungguh menyiapkan segala sesuatunya demi kelancaran acara.
Acara yang dipandu oleh Agustus Edi dari Wilayah 4 ini berlangsung gayeng karena diselingi game dan sapaan-sapaan hangat dalam bahasa Jawa.
Gereja Katedral yang berada di pusat kota jelas menjadi sorotan banyak pihak . Dinamika pastoral yang positif dan kental dengan semangat berbela rasa yang dilakukan di lingkungan Gereja Katedral akan mencerminkan keseluruhan semangat dan keberpihakan yang diperjuangkan Gereja Katolik. Tentu saja hal ini bukan urusan para pengurus saja, melainkan umat keseluruhan.

Yudhit Ciphardian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: