Ribuan Orang Memprotes KTT G-8

Ribuan Orang Memprotes KTT G-8
Minggu, 6 Juli 2008 | 02:06 WIB

Sapporo, Jepang, Sabtu – Sedikitnya 3.000 orang menggelar protes, Sabtu (5/7) di Sapporo, Jepang, menjelang pertemuan pemimpin Grup 8 atau G-8 pada 7-9 Juli. Mereka menyerukan keprihatinan mengenai melejitnya harga bahan pangan dan perubahan iklim.

Aksi turun ke jalan selama 1,5 jam oleh aktivis, petani, dan organisasi nonpemerintah itu dikawal ketat aparat keamanan. Mereka menabuh genderang dan membawa spanduk warna-warni bertuliskan ”Bubarkan G-8”. Mereka juga meneriakkan slogan ”Kami menentang pertemuan negara-negara kaya”.

”Mereka memaksakan kebijakannya kepada kami. Saya harap mereka akan mendengarkan dan mewakili suara rakyat yang tinggal di sini serta tidak mementingkan diri sendiri,” kata Mizuho Tsuboi, petani dari Hokkaido.

Aktivis Oxfam International memperingatkan dampak melejitnya harga bahan pangan dan perubahan iklim terhadap kemiskinan. ”Ini bukan waktunya berlibur. Ini waktunya memilah masalah,” kata Lucy Brinicombe dari Oxfam International.

KTT G-8, yang mempertemukan pemimpin Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Rusia, dan Amerika Serikat, telah menjadi magnet bagi para pemrotes di seluruh dunia. Aksi kekerasan mewarnai protes terhadap KTT G-8 tahun lalu di Jerman saat para aktivis melemparkan bom molotov dan batu.

Pangan dan kemiskinan

Tahun ini, pemimpin G-8 akan bertemu di sebuah resor di tepi danau dan pemandian air panas di Toyako, 75 kilometer dari Sapporo. Surat kabar Jepang, Yomiuri Shimbun, menyebutkan, negara anggota G-8 juga merencanakan pembentukan kelompok kerja krisis pangan selama pertemuan. Kelompok kerja itu akan membahas kemungkinan mencabut larangan ekspor tertentu yang menghambat akses negara-negara paling membutuhkan terhadap bahan pangan berlebih di negara kaya.

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengatakan, KTT G-8 harus memiliki komitmen untuk menyatukan tindakan guna mengatasi kemiskinan dan perubahan iklim. ”Krisis ekonomi sekarang ini berarti kita harus meningkatkan upaya kita, bukannya melonggarkan,” ujar Brown kepada surat kabar The Guardian, Sabtu. (afp/reuters/bbc/fro)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: