Paus : Keserakahan Akan Menjatuhkan

Paus : Keserakahan Akan Menjatuhkan
Presiden Yudhoyono Tekankan Kemajemukan
Kompas, 26 Desember 2008

paus-kompas-26-des-08
Paus Benediktus XVI melambaikan tangan kepada umat Katolik yang berkumpul di lapangan Santo Petrus, Vatikan, Kamis (25/12), pada saat ia menyampaikan pesan Natal kepada kota dan kepada dunia (Urbi et Orbi).

Vatican City, Kamis – Paus Benediktus XVI menyampaikan pesan Natal di Lapangan Basilika Santo Petrus, Vatikan, Kamis (25/12). Paus menyerukan agar perdamaian dan pesan Natal bergema di Timur Tengah. Juga diingatkan bahwa sikap keserakahan manusia akan menjatuhkan dunia dan Paus berharap orang-orang memiliki napas religius dalam setiap tindakannya.

”Semoga keluhuran cahaya Bethlehem menyinari seluruh Tanah Suci (Israel-Palestina) dan memberikan hasil kepada mereka yang berupaya mencegah kekerasan dan konflik,” kata Paus dalam pidato Natal berjudul ”Untuk Kota dan Dunia” (Urbi et Orbi). Paus juga bicara soal keserakahan. ”Dunia akan terjatuh… jika orang-orang hanya mengejar kepentingan pribadi.”

”Manakala egoisme individu dan kelompok mendominasi kepentingan banyak orang… semoga cahaya Natal memberi sinar dan semangat bagi semua orang untuk melakukan tugasnya dengan mengutamakan solidaritas,” kata Paus, yang pidatonya diterjemahkan ke dalam 64 bahasa.

”Para saudara dan saudari, Anda semua yang sedang mendengarkan kalimat-kalimat saya: Proklamasi Harapan ini—jantung dari pesan Natal—ditujukan bagi semua pria dan wanita.”

Paus Benediktus juga mengimbau umat untuk membantu anak-anak yang tidak mendapat kasih orangtua dan anak-anak yang dieksploitasi.

”Anak Bethlehem (Yesus Kristus) memanggil kita sekali lagi untuk melakukan segala yang kita bisa lakukan untuk mengakhiri penderitaan anak,” katanya.

Dalam homilinya dalam bahasa Italia, Paus Benediktus mengingatkan nasib yang menimpa ”anak-anak jalanan yang tidak mempunyai berkah sebuah rumah keluarga, anak-anak yang dieksploitasi secara keji sebagai tentara dan dijadikan alat kekerasan, bukannya utusan rekonsiliasi dan perdamaian”.

Hindari diskriminasi

Dalam perayaan hari Natal di Manado, Kamis, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, kemajemukan bangsa Indonesia tidak menempatkan kelompok tertentu berada di atas kelompok lainnya. Kemajemukan kehidupan yang setara mengandung hak dan kewajiban yang sama bagi semua warga dalam membangun Bumi Pertiwi.

Presiden mengatakan, kemajemukan bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku, agama, ras, dan bahasa disyukuri sebagai simbol kekuatan dalam mencapai kehidupan yang luhur dalam kebersamaan. Peristiwa Natal memberikan harapan kepada manusia untuk maju bersama.

Presiden mengatakan, kemajemukan tidak menghalangi persatuan dan kesatuan bangsa, tidak memunculkan diskriminasi golongan. ”Prinsip utama dalam peradaban yang luhur adalah menciptakan manusia bermartabat dan memiliki kearifan dalam kehidupan,” katanya.

Presiden menyatakan terkesan dengan kehidupan kerukunan beragama di Sulawesi Utara yang tetap rukun dan damai. Dalam kondisi ini Sulawesi Utara menjadi contoh untuk meraih prestasi dalam meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat.

”Saya membaca laporan yang menyatakan Sulawesi Utara satu dari sekian provinsi yang maju dalam ketahanan pangan, indeks pembangunan manusia, berkurangnya angka pengangguran, dan mampu meraih investasi terbaik nasional. Ini karena daerah ini aman sehingga pembangunan dapat berjalan secara baik,” katanya.

Presiden berharap Sulut dapat menjadi gerbang Indonesia untuk Asia Timur. (AP/Reuters/AFP/MON/DI/ZAL)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: