Tessy

Tessy
Jaya Suprana

Pada era reformasi yang berhasil membasmi tradisi cekal-mencekal di panggung performing arts, mendadak pelawak Tessy dicekal tampil di televisi.

Alasannya, Tessy yang berjenis kelamin pria dalam menunaikan profesi sebagai pelawak selalu berperan sebagai wanita. (Breaking News: Video klip grup band Cokelat ”Pinjam Hatimu” dicekal sebuah stasiun televisi karena menampilkan banci).

Kurang jelas mengapa kini mendadak pria berperan panggung sebagai wanita dianggap tidak layak tayang. Namun, jika dipaksa untuk diperjelas, tersedia aneka ragam alasan mulai dari sekadar tidak senonoh sampai melanggar UU Antipornografi.

Banci

Dalam sejarah bahasa Indonesia, kata ”banci” semula bermakna cacah jiwa, selain digunakan sebagai istilah pertukangan: patil besar penarah kayu. Namun, setelah menempuh evolusi makna, akhirnya pada masa kini disepakati sebagai bersifat laki-laki sekaligus perempuan atau laki-laki bertingkah laku dan/atau seperti perempuan, atau sebaliknya, bahkan juga sebagai kata cemooh bagi para penderita lemah syahwat.

Secara biologis, Tessy bukan banci karena dia mengaku berjenis kelamin lelaki sejati yang tidak pernah dibantah istrinya yang tentu paling tahu atas kebenaran pengakuan Tessy. Dalam menunaikan profesi sebagai pelawak, Tessy sengaja berperan sebagai perempuan lengkap dengan tingkah laku, busana (luar dalam), maupun tata rias khas wanita seperti bedak, gincu, dan bulu mata palsu.

Memang, di panggung lawak, de facto Tessy tampil sebagai seorang banci. Lalu, apakah melawak sebagai banci melanggar nilai-nilai susila yang kini dilindungi UU Pornografi?

Pornografi

Menurut UU Pornografi, apa yang disebut sebagai pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.

Saya pribadi pada saat menonton lawak Tessy berbusana wanita tidak pernah merasa hasrat seksual saya bangkit, bahkan terangsang pun sama sekali tidak. Dapat diyakini Tessy populer bukan akibat seksi, tetapi jenaka belaka!

Nilai-nilai kesusilaan di Indonesia yang memiliki cultural diversity paling mahakaya raya di planet Bumi ini amat sulit, bahkan mustahil dibakukan kecuali dipaksakan untuk seragam dengan mengingkari falsafah Bhinneka Tunggal Ika!

Koteka memang bisa dianggap masyarakat Jawa sebagai aksesori melanggar nilai susila. Namun, bagi masyarakat Papua merupakan bagian kebudayaan busana tradisional. Memang ada yang bersikeras menganggap penampilan Tessy sebagai banci jelas melanggar nilai-nilai kesusilaan yang kebetulan mereka anut.

Namun, apakah Tessy harus dicekal dari televisi yang justru merupakan lahan utama nafkah pria bekas anggota KKO bernama Kabul Basuki beserta keluarganya itu? Apakah mereka yang alergi Tessy tidak bisa dengan remote control masing-masing memindah kanal stasiun TV atau mematikan pesawat TV yang sedang menayangkan Tessy berbanci ria?

Suaka

Menurut klausa suaka UU Pornografi di khazanah kesenian, peran teatralis tanpa niat membangkitkan hasrat seksual tidak tergolong pornografi. Ketika David Hofmann tampil sebagai perempuan dalam film Tootsie, alih-alih dituduh pornografi, dia malah memperoleh Piala Oscar.

Hillary Swank pertama kali dianugerahi Oscar untuk peran sebagai banci di film Boys Don’t Cry. Peran kunci opera Cosi fan tute Mozart adalah perempuan bernama Despina yang menyamar sebagai pria berprofesi notaris. Banyak kisah tentang wanita menyamar sebagai laki-laki, seperti di kisah klasik China San Pek Eng Tay atau di As You Like It karya Shakespeare, Rosalind menyamar sebagai pria bernama Ganymede.

Dalam Mahabharata, Bisma Dewabrata hanya bisa dibunuh oleh seseorang yang bukan pria, tetapi juga bukan wanita, yaitu Srikandi. Ketika mengembara pada masa pengasingan, Arjuna menyamar sebagai banci. Pada pergelaran wayang orang justru keharusan peran Arjuna dibawakan oleh perempuan.

Seniman serba bisa almarhum Bing Slamet kerap tampil berbusana wanita di panggung lawak. Pada pergelaran ludruk sebagai bentuk kesenian teater tradisional rakyat Jawa Timur, seluruh peran, baik laki-laki, perempuan, maupun banci ditampilkan oleh laki-laki!

Maka, melalui panggung kesenian teater rakyat tradisional Nusantara, di mana termasuk kelompok Srimulat tempat Tessy bergabung, dapat ditarik kesimpulan bahwa peran banci merupakan salah satu sifat dan bentuk hakiki seni teater yang sama sekali tidak berhasrat membangkitkan hasrat seksual, karena itu tidak layak dianggap pornografi.

Saya bukan banci dan bukan penggemar banci, tetapi nurani saya merasa kurang manusiawi apabila gara-gara tampil sebagai banci (yang sudah puluhan tahun tidak bermasalah), mendadak Tessy dipaksa kehilangan lapangan kerja dirinya pada masa semua pihak justru sedang gelisah kehilangan lapangan kerja akibat krisis ekonomi global.

Jaya Suprana
Budayawan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: