Penelope Cruz, Kematangan Sang Pemikat

Penelope Cruz, Kematangan Sang Pemikat
Edna C Pattisina

0857497p”Saya besar di sebuah daerah bernama Alcobendas. Sebuah tempat di mana mimpi bisa berdiri di sini pun, saya tak berani.” Begitu kata Penelope Cruz saat menerima Oscar sebagai Aktris Pemeran Pembantu Terbaik di California, Amerika Serikat, Senin (23/2).

Dulu, Penelope Cruz kecil begadang hingga pagi untuk menyaksikan acara yang berlangsung lewat tengah malam waktu Spanyol itu. Kini, ia menjadi aktris Spanyol pertama yang meraih Oscar. Dua koran utama Spanyol, El Mundo dan El Pais, menunda waktu cetak mereka agar bisa memuat foto ”Sang Pemikat dari Spanyol” ini di halaman pertama dengan Oscar di tangannya.

Sebelum ini Cruz telah membuktikan aktingnya lewat film Volver (2006) arahan sahabatnya, sutradara Pedro Almodovar. Berbagai apresiasi mengalir untuk aktingnya dalam film ini.

Ia bermain sebagai Raimunda, sosok yang menghadapi permasalahan yang kompleks dengan konteks sosial, ekonomi, dan nilai-nilai kultural dalam perspektif perempuan di Madrid. Perempuan dengan tinggi badan 1,64 meter ini berhasil meraih nominasi Oscar pertamanya lewat Volver.

Akhirnya, film Vicky Cristina Barcelona (2008) membawa Cruz ke panggung Oscar. Dalam film ini ia bermain sebagai Maria Elena, sosok impulsif yang berada dalam hubungan cinta segitiga yang aneh dengan seorang pelukis bohemian dan seorang turis dari AS yang sedang berlibur ke Barcelona.

Dengan lawan main Javier Bardem dan Scarlett Johansson, beberapa adegan penting dalam film ini ditandai kemarahan Maria Elena yang neurotik dan temperamental. Bisa jadi energi Spanyol yang membuat Cruz tampil hangat lewat gerak, dialog, dan ekspresi yang bisa menghidupkan film arahan Woody Allen nan sensual ini.

”Sekarang saya sudah merasa santai berakting dalam bahasa Inggris. Namun, ini butuh waktu dan kerja keras. Kadang-kadang rasanya seperti disiksa karena saya setengah mati berusaha menghilangkan aksen (Spanyol),” katanya kepada media seusai menerima penghargaan untuk film yang sama di British Academy of Film and Television Arts (BAFTA) Awards.

Konon, Woody Allen memercayakan beberapa perdebatan dengan bahasa Spanyol yang meledak-ledak di film ini. ”Habis, saya sama sekali tak mengerti apa yang mereka katakan,” kata Cruz pada malam penerimaan BAFTA.

Setelah malang melintang di industri film selama 15 tahun, aktris bernama lengkap Penelope Cruz Sanchez ini menunjukkan kalau ia lebih dari sekadar cantik.

”Hal paling sulit adalah memulai karier dengan sekadar mengandalkan tampang, lalu berusaha menjadi aktris yang serius. Tak akan ada yang percaya kepadamu hanya karena kamu dikenal sebagai perempuan cantik,” katanya dalam sebuah kesempatan.

Cruz memang memulai karier dengan mengandalkan kemolekan. Anak seorang pedagang dan penata rambut ini telah menjadi bintang iklan di Spanyol sejak masih kecil. Sempat sekolah balet selama sembilan tahun di Konservatori Nasional Spanyol, pada usia 15 tahun ia mulai tampil di berbagai acara televisi dan video musik.

Setelah film pertamanya, El Laberinto Griego atau The Greek Labyrinth (1991), Cruz tampil di tiga sampai empat film setahun. Dalam salah satu filmnya, Jamon Jamon (1992), ia tampil telanjang. Kariernya menanjak lewat beberapa film penting di Spanyol, seperti Belle Epoque (1992) yang berhasil meraih Oscar tahun 1994.

Namun, bagi aktris yang fasih berbicara bahasa Spanyol, Inggris, Perancis, dan Italia ini, pertemuannya dengan sutradara Pedro Almodovar-lah yang menjadi tiket untuk mendunia.

Cruz pertama kali diarahkan Almodovar dalam film Carne Tremula atau Live Flesh (1997). Setelah menjadi ratu perfilman Spanyol, ditandai dengan penghargaan Goya—penghargaan tertinggi industri film Spanyol—sebagai aktris terbaik dalam film La Nina de tus Ojos (1998), ia merasa Spanyol tak cukup lagi untuk menjadi panggungnya. Meski diakuinya hal itu tak mudah.

”Saat syuting film berbahasa Inggris yang pertama, The Hi-Lo Country, saya sampai menangis karena tak mengerti apa yang dikatakan lawan main,” kata perempuan yang disebut Madonna of Madrid ini.

Internasional

Langkah Cruz di industri film dunia dimulai dengan film All About My Mother karya Pedro Almodovar. Walau tak tampil sebagai pemeran utama, aktingnya dilirik banyak pihak sehingga sahabat aktris Salma Hayek ini kebanjiran tawaran.

Cruz memang serius dalam berakting. Ia sampai belajar bahasa Italia demi tampil di film Non ti muovere (2004). Peran ini membuatnya meraih David di Donatello Awards—penghargaan film tertinggi Italia.

Di AS, beberapa filmnya kental dengan nuansa komedi seperti Woman on Top (2001), Bandidas (2006), dan Sahara (2005). Ia nyaris selalu berperan sebagai gadis muda yang cantik dan sensual. Dalam berbagai kesempatan, Cruz sempat merasa jengah dengan perannya yang itu-itu saja. Namun, siapa yang bisa menihilkan pesona tatapan matanya yang besar itu?

Cruz rupanya bisa memadukan keglamoran, kisah romantis, dan belas kasihan. Tahun 1997 bersama kekasihnya, Faiz Ahmad, ia menjadi relawan di Uganda. Dia juga pernah menyumbangkan seluruh honornya dalam film The Hi-Lo Country untuk panti asuhan yang didirikan Ibu Teresa di Calcutta, India.

Bersama kekasihnya, Nacho Cano, perempuan yang suka memelihara kucing liar ini mendirikan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang diberi nama Sabera Foundation. Proyeknya antara lain mendirikan rumah singgah, sekolah, dan klinik untuk anak-anak tunawisma dan penderita tuberkulosis di India. Sayangnya, masalah organisasi membuat LSM ini bubar.

Pria ganteng

Bicara tentang Cruz yang berulang kali dinobatkan sebagai artis terseksi atau artis tercantik itu rasanya tak lengkap tanpa menyertakan pria-pria ganteng di sekitar dia. Hidup nyatanya tak jauh dari peran dia dalam film-filmnya, sebagai perempuan cantik dan ”panas”.

Hubungannya dengan aktor Tom Cruise semakin menegaskan hal itu. Kisah cinta ini berawal dari film Vanilla Sky (2001), yang diberi judul ”Cruise dan Cruz” oleh pers. Cerita asmara mereka bubar pada 2004.

Cruz yang saat itu masih dipandang sebagai artis dari Spanyol sempat dituduh membonceng ketenaran Cruise. Putus cinta dengan Cruise, syuting film Sahara membuka kisah cintanya dengan aktor Matthew McConaughey.

Itu pun belum cukup. Cruz harus ”menerima nasib” dikelilingi wajah-wajah ganteng lain seperti Matt Damon dan rumor yang terbaru adalah Javier Bardem.

Ah, si cantik Cruz. Begitu banyak yang membuat dia menarik. Termasuk saat dia menutup ucapan terima kasihnya pada acara penghargaan Oscar dengan bahasa Spanyol. Dengan kehangatan Latin, ia mendedikasikan Oscar-nya untuk warga Spanyol. ”Muchisimas gracias….”

(Daily Telegraph/ imdb.com/oscar.com/ examiner.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: