Jemek Diteror Senyum

Jemek Diteror Senyum

3253885pTeror yang dimaksud pantomimer terkenal dari Yogyakarta itu langsung menyergap penonton saat kaki mereka melangkah masuk ke dalam Gedung Societeit di Kompleks Taman Budaya Yogyakarta, Rabu (18/3) malam. Mereka disambut parade gambar diri Jemek dengan berbagai pose menyerupai pose para calon anggota legislatif yang biasa kita jumpai di pinggir jalan.

Gambar-gambar itu dilengkapi dengan tulisan bernada perintah, hanya bedanya Jemek memelesetkan kata-kata itu sedemikian rupa, misalnya ”Jangan Pilih Saya, Kalau Anda Tidak Ingin Sengsara” atau ”Pantomim Sudah Terbukti, Tanpa Bicara Banyak Bekerja”.

Setelah penonton melewati teror pertama dan duduk manis sambil mendengarkan lagu wajib pemilu, Jemek tiba-tiba muncul dari arah belakang kursi mereka. Ia tampil rapi, dengan jas, dasi, peci, dan kacamata hitam yang serupa benar dengan salah satu pose gambarnya.

Diiringi yel-yel ”Hidup Jemek, Hidup Jemek” yang diserukan pembawa acara, ia beraksi membagikan amplop berisi stiker dirinya kepada penonton. Tanpa bicara, senyum selalu menghiasi wajahnya. Sesekali ia melambaikan tangan ke arah penonton atau memberikan kiss bye (cium jauh) sambil melangkah ke atas panggung.

Adegan yang cukup menggoda itu mengawali pertunjukan pantomim tunggal Jemek berjudul Calegbrutussaurus. Inti pertunjukan ini dibagi dalam trilogi yang merangkum aneka teror menjelang pemilu.

Menjelang pemilu

Di atas panggung Jemek tampak kebingungan saat berhadapan dengan tiga unit bilik suara. Ia mencoba masuk ke bilik itu satu per satu sebelum akhirnya mencoba bilik di tengah. Tapi, di dalamnya ia semakin frustrasi karena bertemu dengan lembar surat suara berukuran jumbo yang isinya sulit dipahami.

Dalam kebingungan itu Jemek berubah-ubah peran. Kadang ia menjadi sang caleg yang gagah, kadang ia menjelma kakek tua yang berjalan terhuyung-huyung. Namun, dari caleg bergelar profesor doktor hingga kakek tua renta itu, semuanya frustrasi saat berada di dalam bilik suara. Frustrasi membuat mereka memilih sekenanya, lalu melipat sebisanya sehingga kertas suara itu pun sulit dimasukkan ke dalam lubang kotak suara. Inilah bagian pertama dari trilogi Jemek yang berjudul Teror Bilik Kotak Suara.

Tema bujuk rayu para caleg juga ia tuangkan dalam Teror Janji dalam Kamar. Bilik suara tempat Jemek hendak menentukan pilihannya tiba-tiba menjadi bising. Bunyi janji yang campur aduk yang bergemuruh tanpa jeda meluncur di udara, lalu menjerat ingatan pendengarnya. Ia menggambarkan situasi semacam ini lewat kain-kain putih yang menjeratnya di dalam bilik suara.

Di bagian terakhir dari triloginya, yakni dalam Teror Gambar dalam Poster, Jemek berubah peran menjadi mantan caleg yang gagal dalam pemilihan. Mengenakan kemeja berdasi dengan celana pendek, didukung kepalanya yang separuh plontos, ia muncul sebagai sosok manusia setengah gila. Berseru-seru di hadapan gambar dan poster dirinya yang membisu, tertawa, melambaikan tangan, untuk sesaat kemudian mewek mengenang modal ratusan juta yang raib entah ke mana.

Melalui trilogi terornya ini, Jemek sesungguhnya sedang menunjukkan betapa absurdnya sebuah pesta yang bernama pemilu. Tiba-tiba semua caleg mengaku sebagai malaikat penolong, padahal sudah menjadi rahasia umum kalau semua itu omong kosong belaka.

Bagi Jemek, sikap caleg semacam itu mirip dengan karakter Brutus, senator Romawi yang mengkhianati Julius Caesar. Ia berusaha mewujudkan kepentingan pribadi, tapi membungkusnya dengan heroisme nasionalisme. ”Mereka (para caleg) itu siapa kita tidak kenal. Gayanya kayak selebriti, janjinya muluk mau memperjuangkan rakyat. Padahal, mereka mau memperjuangkan dirinya sendiri,” katanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: