Gegap Gempita Pemilu 2009 Dimulai

Gegap Gempita Pemilu 2009 Dimulai

Sejak Senin (16/3) pekan lalu, kampanye terbuka partai politik peserta Pemilu 2009 dimulai. Menurut peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), masa kampanye ini akan berlangsung hingga Minggu 5 April 2009. Kampanye terbuka (disebut juga rapat umum) ini bertujuan memperkenalkan partai-partai politik yang akan bertarung dalam Pemilu yang paling kolosal, paling heboh, paling lama, dan paling mahal di muka bumi. (Rangkaian pemilu ini berlangsung dalam rentang waktu 7 bulan (April-Oktober), melibatkan 171.068.667 calon pemilih, 38 parpol nasional plus 6 parpol lokal, 11.215 caleg DPR dan 1.109 caleg DPD, serta triliunan rupiah biaya penyelenggaran Pemilu dan dana kampanye).

Beberapa aturan kampanye terbuka diatur dalam UU no. 10 tahun 2008 tentang Pemilu. Beberapa aturan itu antara lain ; dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan (pasal 84 ayat 1 huruf h) dan dilarang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye (pasal 84 ayat 1 huruf j).
Setelah masa kampanye terbuka, dilanjutkan dengan kampanye tertutup (pertemuan tatap muka terbatas) berisi kegiatan non-seremonial. Kemasannya juga dibuat lebih akademis dan intelektual dengan menggelar seminar atau diskusi publik.
Warga masyarakat yang mengetahui adanya pelanggaran dalam kampanye dapat melapokannya ke panitia pengawas Pemilu (panwaslu) atau ke kantor KPU setempat.
Kampanye terbuka dapat juga dipahami sebagai kesempatan untuk show of force (unjuk kekuatan) partai politik. Jamaknya, parpol akan mengerahkan massa dalam jumlah besar dan menggelar acara kolosal dengan panggung terbuka yang menghadirkan artis atau penyanyi terkenal untuk menyedot warga. Warga juga kerap diundang dalam pawai massal. Sudah menjadi rahasia umum, warga yang ikut dalam kampanye biasanya diberi imbalan uang.
Di hari pertama masa kampanye, para pimpinan parpol menandatangani deklarasi untuk kampanye aman dan damai. Hal ini diperlukan agar gegap-gempita pemilu 2009 tidak merugikan warga.
Tapi apa sebenarnya relevansi gegap gempita Pemilu 2009 ini dengan tingkat kesejahteraan rakyat? Pengamat politik Yudi Latif mengatakan bahwa politik di Indonesia masih “hampa darma” (Kompas, 17/3). Artinya, dinamika politik di Indonesia belum menyentuh langsung kebutuhan rakyat kecil.
Namun, sebagaimana dipesankan oleh gereja, hendaknya umat beriman tidak tinggal diam dan apatis. Justru dengan momen Pemilu inilah kesempatan kita untuk merancang masa depan Indonesia lewat wakil-wakil yang akan kita pilih. Jika kita melewatkan momen ini, maka kesempatan itu akan diambil alih oleh orang lain yang (mungkin) tidak berkehendak baik.
Gereja lewat “Pesan bersama PGI dan KWI menyongsong Pemilu 2009” mengingatkan bahwa Pemilu adalah kesempatan untuk kontrak politik dengan calon wakil kita. Sistem Pemilu yang baru ini membuka peluang untuk mewujudkan cita-cita perubahan dan perbaikan itu dengan memilih orang-orang yang paling tepat.
Selamat menjadi pemilih cerdas!

Yudhit Ciphardian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: