Menyambut Pemimpin Jatim Baru – Mari Kawal Janji Kampanyenya

Menyambut Pemimpin Jatim Baru – Mari Kawal Janji Kampanyenya

Pasangan Soekarwo dan Saifullah Yusuf yang memenangi pemilihan gubernur Jatim putaran kedua Desember lalu resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode 2009-2014 oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, Kamis (12/2) lalu dalam sidang paripur na istimewa di gedung DPRD Jatim jalan Indrapura Surabaya.
Pasangan Pakde Karwo dan Gus Ipul (sapaan di masa kampanye) unggul tipis atas pasangan Khofifah-Mudjiono yang sebelumnya sempat menggugat hasil penghitungan putaran kedua ke Mahkamah Konstitusi.

Pasangan ini mendobrak tradisi gubernur Jatim berlatar belakang militer. Mereka berdua adalah sipil yang kaya pengalaman di bidangnya masing-masing. Soekarwo adalah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi Jatim. Saifullah sendiri adalah mantan Menteri Percepatan Daerah Tertinggal di era presiden Megawati.
Pasangan Karsa mengusung slogan “APBD untuk Rakyat, Wujudkan Jatim Makmur dan Berakhlak” selama masa kampanye. Berkat slogan ini pasangan Karsa ini merebut 50% lebih suara rakyat Jatim.
Dalam slogan itu, pasangan Karsa ingin menerapkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, khususnya mereka yang miskin. Mereka menyebutnya pembangunan yang berpusat pada rakyat (people centered development approach). Pasangan ini akan fokus pada empat masalah darurat, yaitu bencana banjir, kerusakan infrastruktur jalan, pengendalian PHK dan penanganan korban lumpur Lapindo.
Total APBD Jatim berkisar Rp 6 triliun selama setahun. Dengan jumlah penduduk Jatim hampir 40 juta jiwa, nilai itu lebih kecil dibanding APBD DKI Jakarta yang sebesar 16 triliun dengan jumlah penduduk 10 juta jiwa.
Bukan tugas yang ringan untuk mengalokasikan APBD untuk rakyat pada tiga bidang krusial (pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan). Umumnya separuh APDB provinsi habis untuk belanja rutin (gaji PNS, logistik, dll) pemerintah. Maka, janji “APBD untuk rakyat” harus benar-benar dikawal agar tidak menguap begitu saja dan mengecewakan rakyat kecil lagi.

Beberapa janji semasa kampanye :
– Menuntaskan program wajib belajar 12 tahun dengan memberi bantuan khusus dan bebas biaya bagi keluarga miskin.
– Memperluas kesempatan anak-anak dari keluarga miskin yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi.
– Mengembangkan dan menuntaskan program gratis berobat bagi keluarga miskin di puskesmas dan rumah sakit kabupaten/kota.
– Memperluas akses masyarakat miskin terhadap permodalan dan kredit lewat pembentukan sistem perbankan alternatif (Grameen Bank System – Sistem Bank Kaum Miskin).
– Meningkatkan penataan kawasan daerah aliran sungai Brantas khususnya penyesuaian tata wilayah antarkabupaten/kota.

(Sumber : Litbang KOMPAS Jatim)

Yudhit Ciphardian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: