“Bangkit dan Bergerak” Sebagai Seruan Segala Jaman

Majalah Paroki HKY Benedizione edisi kedua telah terbit awal April ini. Sebagai tema diangkat seruan Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 4 tahun lalu dikaitkan dengan spirit Paskah yaitu “Bangkit dan Bergerak Dalam Semangat Paskah”.

Pembahasan dalam tema edisi ini difokuskan pada 4 topik kongkret yang menjiwai seruan “Bangkit dan Bergerak”, yaitu 1) mewujudkan habitus baru, 2) menciptakan keadaban publik,  3) merintis budaya alternatif dan 4) beriman secara relevan dan signifikan.

Keempat topik itu dapat dibaca di Benedizione dalam rubrik Mimbar.

Kenapa tema “usang” ini yang diangkat? Bukankah masih banyak tema yang bisa dibicarakan?

Dengan melihat konteks sejarah terbitnya seruan itu, mungkin kita dapat menemukan benang merah yang memperjelas alasan redaksi Benedizione mengangkat tema ini. Saat itu (tahun 2004) Indonesia memasuki babak baru dalam politik dengan digelarnya Pemilu Presiden secara langsung. Bagi sebagian kalangan, sistem Pemilu yang baru itu mencemaskan sekaligus menumbuhkan optimisme.

“Suasana batin” yang cemas tapi optimis, khawatir tapi penuh pengharapan itu, juga menghinggapi hati umat Katolik di Indonesia. Betapa tidak, pertaruhan keberhasilan Pemilu 2004 itu sungguh besar. Nasib bangsa turut ditentukan oleh kelancaran dan ketertiban Pemilu waktu itu. Maka, pantaslah jika kemudian Gereja Indonesia lewat para waligereja-nya merumuskan seruan “Bangkit dan Bergerak” ini jauh sebelum pelaksanaan SAGKI itu sendiri yang diadakan pada November 2004.

Lewat seruan itu, Gereja ingin agar optimisme dan pengharapan akan masa depan Indonesia juga hinggap dalam hati setiap umat.

Kini, suasana itu juga nyaris sama. Bulan ini Pemilu akan digelar dengan sistem yang sama sekali baru (baik cara memilih maupun cara menentukan calon terpilih). Situasi politik ini perlu disikapi dengan optimisme dan pengharapan yang sama dengan Pemilu 2004.

Seruan “Bangkit dan Bergerak” dapat ditafsirkan macam-macam, namun baiklah kita menafsirkannya sebagai “komunitas murid-murid Tuhan yang berharap. Harapan itu dilandaskan pada keyakinan iman yang teguh bahwa ‘Ia yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus’ – Filipi 1:6” (NP KWI 2004).

 

Yudhit Ciphardian

5 April 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: