Stephenie Meyer

Dari Seorang Ibu Rumah Tangga Menjadi Ratu Fantasi Terbaru 

 

Stephenie MeyerKurang lebih lima tahun lalu, di malam hari pada bulan Juni 2003, seorang ibu rumah tangga yang berasal dari kota Phoenix bernama Stephenie Meyer bermimpi tentang seorang perempuan muda yang jatuh cinta dengan seorang pemuda tampan yang ternyata adalah seorang vampire. Dan pemuda tersebut berusaha mati-matian untuk sampai tidak membunuh kekasihnya tersebut. Dari mimpi itulah, terlahir sebuah novel bahkan film yang kemudian menjadi pembicaraan banyak orang di dunia saat ini, `Twilight`
Stephenie tidak langsung menulis mimpinya tersebut. Ia malah membuat hal kreatif lainnya dengan menggambar di scrapbooknya dan membuat kostum Hallowen sesuai dengan mimpi dan bayangannya tersebut. Tapi mimpinya kemudian menjadi sangat nyata sehingga ‘memaksa’ nya untuk akhirnya menuliskan cerita tentang hubungan cinta terlarang antara gadis manusia dan pemuda vampire tersebut dari awal sampai akhir. Dan akhirnya cerita tersebut menjadi novel untuk dewasa muda berjudul `Twilight`, dan kemudian berlanjut pada sekuel berikutnya dengan judul `New Moon` dan `Eclipse`. Ketiga buku tersebut akhirnya terjual lebih dari 5.3 juta kopi di Amerika saja, dan 4 juta kemudian di negara-negara lainnya. Bertahan hingga 143 minggu dalam New York Times best seller list, `Eclipse` yang rilis di bulan Agustus bahkan sempat mengalahkan buku terakhir Harry Potter dalam penghasilan yang didapatkan walaupun baru rilis 2.5 minggu kemudian. Karena kesuksesannya, Twilight akhirnya diangkat ke layar lebar dan mendapatkan sambutan yang luar biasa. Bahkan buku `nonvampire` pertamanya, The Host, juga bakal di publish pada tahun 2009 ini.
Secara tak terduga, Stephenie telah menciptakan sebuah trend baru. Banyak pembaca yang akhirnya berdandan seperti karakter di novel. Mereka bahkan menulis cerita versi sendiri berdasarkan novel Twilight dan mempostingnya di internet. Sekitar 3000 orang memenuhi toko buku ketika ia muncul disana. Bahkan ada Twilight theme rock band sendiri. Tokoh Edward Cullen sang vampir tampan dan Bella kekasihnya merasuki anak remaja sampai orang dewasa.
Sebenarnya tidak ada yang fantastic dari kehidupan perempuan berusia 34 tahun ini. Besar di Phoenix dari sebuah keluarga Mormon, Meyer adalah anak dari seorang kontraktor yang bersaudarakan 5 orang. Ketika ia kuliah di Brigham Young University , Steph bertemu calon suaminya, seorang akuntan yang bernama panggilan unik, `Pancho`. Steph kemudian menikah muda pada usia 21 tahun dan kemudian memiliki tiga anak lelaki. Kehidupannya sebagai ibu rumah tangga yang memiliki keyakinan sebagai Mormon, membuatnya hidup dalam keteraturan. Steph tidak pernah minum minuman beralkohol dan menonton film R-Rated. Bahkan komunitas Mormon juga menghindari minuman berkafein. Tapi ternyata, Steph mengakui kalau dia masih suka minum minuman bersoda yang berkafein.
Stephenie menulis novel Twilight-nya selama 3 bulan secara terus menerus. Sejak ia mendapatkan mimpi dan merasakan bahwa suatu hari ia akan menjadi penulis, ia menulis tanpa henti dengan satu tangan sambil memegang bayinya di pangkuan. Ia bahkan sering kurang tidur karenanya. Kesukaan Meyer adalah menulis di area terbuka di tengah rumahnya. Ia tidak bisa menulis di sebuah ruang tertutup dan harus berada di tengah-tengah sesuatu atau keramaian.
Meyer sendiri baru menyadari kekuatan dari cerita yang ditulisnya ketika ia mengadakan acara session pembacaan bukunya dan menjumpai bahwa dari beberapa orang yang datang di acaranya tersebut melakukan perjalanan panjang sampai 4 jam atau bahkan menaiki kapal untuk datang ke acaranya tersebut. Dalam salah satu websitenya, twilightmom.com, yaitu sebuah website untuk fans Twilight yang berumur diatas 25 tahun, terdapat sekitar 200,000 postingan. Bahkan tahun lalu ada sebuah prom bertemakan Twilight yang diadakan di Arizona dimana semua peserta berdandan layaknya para karakter yang ada di Twilight.
Kisah perjalanan karir Stephenie mengingatkan akan kisah JK Rowling. Dimana disaat Rowling menulis cerita pertaman tentang Harry Potter pun ia adalah seorang single mother yang tak memiliki pekerjaan dan menulis ceritanya ketika bayinya tertidur. Tapi dari situlah, Lentera Jiwa mereka tampak begitu jelas bagi keduanya. Siapa sangka, dari sebuah mimpi, semuanya menjadi hal yang nyata. Jadi tetaplah bermimpi, siapa tahu suatu saat nanti mimpimu akan menjadi Lentera Jiwamu di kemudian hari [dr.m]

One Response to “Stephenie Meyer”

  1. I writer from ind.Nesia Says:

    aku juga seorang penulis awal umur 17th tpi sayangnya q sbg penulis belum terlalu berhasil bhkn kurang di knal selalu gagal dlm perjlnan tapi bagaimana yh bisa besar nama q seprti penuli mayer q butuh tips.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: