John Grisham – Pengacara Medioker Yang Menjadi Novelis Superlaris

John GrishamDijuluki sebagai “The fastest selling novelist” dalam sejarah Amerika, John Grisham, ternyata tadinya adalah seorang accounting dan bercita-cita menjadi pemain baseball. Tak diragukan lagi, banyak sudah novelnya yang juga dijadikan film Hollywood.
Terlahir dari ayah seorang kontraktor dan ibu rumah tangga biasa di Jonesboro, Arkansas, pada 8 February 1955, John Grisham kecil tidak pernah terpikir untuk menjadi seorang penulis. Ia malah lebih tertarik menjadi pemain baseball profesional. Karenanya ketika ia kuliah di Mississipi State University ia juga sempat memperkuat team baseball league di kampusnya. Tapi pada akhirnya ia harus membuang mimpinya dan fokus pada kuliahnya pada jurusan Accounting untuk prospek hidupnya kelak.
Sampai pada akhirnya ia ikut kelas malam di Ole Miss Law untuk bisa mengambil spesialisasi pada pengacara pajak agar berhubungan dengan jurusan akunting yang diambilnya. Tapi ternyata ditengah jalan ia malah merubah jurusannya karena ia lebih tertarik pada hukum pidana. Setelah lulus dari sekolah hukumnyanya, ia berpraktek menjadi pengacara dan menjadi anggota Mississipi House of Representatives, sebuah lembaga bantuan hukum.
Pengalamannya di LBH inilah yang akhirnya memberikan inspirasi Grisham menulis novel pertamanya. Salah satu kasus yang ditanganinya, yaitu tentang pemerkosaan gadis cilik berusia 12 tahun. Ia berandai-andai apa yang akan terjadi kalau ternyata ayah dari si gadis tersebut melakukan balas dendam dengan membunuh orang yang memperkosa anaknya? Dari situlah, Grisham mulai menulis plot dan menghabiskan waktu antara 60 – 80 jam seminggu dalam seminggu. Jam 5 pagi ia sudah bangun untuk menulis selama sejam sebelum melakukan pekerjaannya sebagai pengacara. Dan setelah 3 minggu, novel pertamanya, A Time To Kill, selesai pada tahun 1987.
Perjuangan Grisham untuk menawarkan novelnya di publish pun penuh dengan lika-liku. Paling tidak ada 16 publisher yang menolak dia sampai pada akhirnya ada sebuah publisher yang menerima tulisannya walaupun dengan berbagai macam syarat. Dan beruntunglah Grisham, karena editor yang yang ingin menanganinya itu adalah Bill Thompson dari Wynwood Press, editor yang juga menemukan Stephen King. Ia membantu mempublish 5000 kopi novelnya dan memberikan uang muka sebesar 15 ribu dollar. Dengan uang itu, Grisham membeli bukunya sendiri sebanyak 1000 kopi dan membagi-bagikan buku disertai tandatangannya sebagai promosi.
Walaupun buku tersebut tidak masuk menjadi best selling novel, John tidak putus asa. Ia malah bertekad untuk menulis kembali buku keduanya. Kali ini tentang perjalanan seorang pengacara muda yang bekerja pada sebuah kantor hukum terkenal tapi ternyata terdapat banyak intrik di dalamnya. The Firm, judul novel keduanya ini, akhirnya menjadi big hit! Paramount pictures bahkan memberikan $600,000 untuk royalty pembuatan filmnya. Bahkan salah satu publishing prestisius, Doubleday, bersedia membayar dua kali lipat untuk membeli hak novelnya. Dan pada akhirnya, The Firm menjadi novel Amerika terlaris pada tahun 1991 dan menduduki peringkat pertama pada penjualan. Buku-buku berikutnya langsung menjadi hitmaker, seperti The Pelican Brief, The Client, The Chamber, The Rainmaker, The Runaway Jury dan masih banyak lagi.
Dengan pendapatan dari bukunya, kini John sekarang malah berhenti menjadi pengacara dan menjadi penulis fulltime. Walaupun demikian, John tidak pernah menyesal menjadi pengacara dan akunting sebelumnya. Bahkan disela-sela waktunya sekarang ia menyempatkan juga melatih league kecil di dekat rumahnya seperti impiannya dulu untuk menjadi pemain baseball professional.
Setiap perjalanan hidup pasti selalu ada maknanya. Dan John Grisham membuktikan itu semua. Ia percaya, mimpinya menjadi pemain baseball, karir akuntan dan pengacaranya membimbingnya untuk menemukan inspirasi dan Lentera Jiwanya sebagai seorang penulis. [dr.m]

Advertisements

One Response to “John Grisham – Pengacara Medioker Yang Menjadi Novelis Superlaris”

  1. Mujiburrahman SH Says:

    Buku karanganya menang hebat… dan juga dijadikan filim hebat pula…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: