Seminari Tinggi Keuskupan Surabaya Diresmikan

Setelah beberapa tahun sebelumnya, para calon imam dari Keuskupan Surabaya harus “menumpang” studi dan masa pembinaan di dua seminari tinggi, yaitu Seminari Tinggi St Paulus Kentungan Yogyakarta dan Seminari Tinggi Interdiocesan Beato Giovanni XXIII, kini Keuskupan Surabaya memiliki sendiri Seminari Tinggi (ST) bernama Providentia Dei (PD). Providentia Dei dalam bahasa Latin berarti “Penyelenggaraan Ilahi”.

Peresmian Seminari Tinggi PD ini dilakukan Selasa (4/7) lalu dalam misa harian di gereja HKY. Selebran utama misa ini adalah Uskup Surabaya Mgr Sutikno Wisaksono. Konselebran misa adalah romo Senti Fernandez, Pr (rektor Seminari Menengah Vincentius A Paulo Garum Blitar), romo Bruno Joko Santoso, Pr (Direktur Tahun Rohani) romo Dadang Ardiyanto, Pr (staf STPD) dan romo Fanny Hure, Pr. (rektor STPD).

Misa peresmian ini bertepatan dengan peringatan 150 tahun wafatnya St Yohanes Maria Vianney yang menjadi model keteladanan para seminaris. St Yohanes Maria Vianney dipilih sebagai model keteladanan hidup imamat di Seminari karena seluruh hidupnya sebagai calon imam maupun sebagai imam menggambarkan secara mendalam semangat dan kecintaan sebuah jiwa untuk ambil bagian secara pantas dalam penyelenggaraan ilahi bagi keselamatan jiwa-jiwa.

Sebelum misa dimulai, dua orang seremoniarius secara bergantian menyampaikan info tentang profil pelindung STPD, dan arti-arti dalam simbol STPD (logo ini diciptakan oleh romo Tri Budi Utomo, Pr).

Sesaat sebelum liturgi ekaristi, dilakukan pemberkatan jubah yang akan dipakai oleh sembilan orang frater angkatan I STPD, oleh Uskup. Para frater juga berkesempatan memperkenalkan hymne STPD ciptaan romo Edi Laksito, Pr. yang berjudul “Menakjubkan Kuasa Tuhan”. Di ujung misa, romo rektor STPD yang baru dilantik, Rm Fanny Hure, Pr memberi sambutan dan ucapan terima kasih atas dukungan banyak pihak terhadap pendirian STPD ini. Romo Fanny menyam-paikan tiga nilai (values) yang akan dihidupi para seminaris yaitu cinta akan belajar, cinta akan doa dan cinta akan Keuskupan. Juga empat rumusan semangat yang akan dikembangkan yaitu, ugahari (sederhana), peka, berelasi deng-an baik dan menjadi pribadi yang berpengaruh baik.

Dalam sambutannya, Uskup mengajak umat untuk menumbuhkan rasa turut memiliki STPD ini. Misa khusus ini juga dihadiri puluhan romo-romo yang bertugas di Keuskupan Surabaya (foto 5).

Ramah-tamah bersama umat dan pemotongan tumpeng dilakukan setelah misa di sisi timur gereja (foto 6).

Menurut rencana, para frater yang sementara tinggal di rumah retret Hening Griya ini akan menempuh studi di Unika Widya Mandala. Direncanakan tahun 2010 akan dibangun STPD yang permanen di gedung lima lantai di atas lahan jalan Dinoyo 54-56 Surabaya.

Kerinduan umat akan berdirinya Seminari Tinggi di wilayah Keuskupan Su-rabaya direstui oleh Tuhan. Proficiat.

 

Yudhit Ciphardian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: