Buka Puasa Bersama Ramadhan di Pelataran Keuskupan Surabaya

Edisi 163 - 20 September 09Sinta Nuriah Wahid terkenal dengan aktivitasnya berkeliling Indonesia menggelar acara Buka dan Sahur Puasa Bersama kaum miskin (dhuafa). Istri mantan presiden keempat, Abdurrahman Wahid yang mengepalai Yayasan Puan Amal Hayati ini sudah melakukan kegiatan ini sejak 10 tahun lalu. Bersama suaminya, Sinta Nuriah memang terkenal penuh perhatian pada masyarakat bawah yang biasanya diabaikan.

Yayasan Puan Amal Hayati memiliki visi terwujudnya masyarakat adil dan setara, terlepas dari kekerasan dan diskriminasi berdasarkan moral, agama dan kemanusiaan.

Tahun ini, Keuskupan Surabaya lewat Komisi HAK (Hubungan Antaragama dan Kepercayaan) Keuskupan, berkesempatan menghadirkan Sinta Nuriah dalam acara Buka Puasa Bersama yang digelar pada Kamis, (10/10) lalu di pelataran Keuskupan Surabaya. Acara ini mengangkat tema “Dengan berpuasa kita nyalakan lentera kemanusiaan yang bersih dari kerakusan dan kedholiman”.

Acara ini digelar bekerjasama dengan Seksi Sosial Paroki HKY. Hadirin yang diundang mayoritas adalah anggota Warung Broto yang terdiri dari para tukang becak, pedagang asongan, PKL dan warga sekitar paroki HKY.

Seperti diketahui, Warung Broto adalah warung murah yang dikelola oleh Seksi Sosial Paroki HKY.

Secara khusus acara rutin ini dihadiri oleh Uskup Surabaya Mgr. Sutikno Wisaksono. Tampak hadir dalam acara itu ketua Komisi HAK romo V. Harjanto Pajitno yang juga Ekonom Keuskupan. Juga hadir romo paroki HKY romo Eko Budi Susilo. Jajaran pejabat yang hadir antara lain Lurah Keputran, Kapolsek Tegalsari dan Kapolresta Surabaya Selatan. Para pengurus FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Surabaya juga hadir dalam acara ini.

Puluhan hadirin anggota Warung Broto tampak antusias menyambut Sinta Nuriah. Pertemuan dengan tokoh publik yang prorakyat kecil ini memang dirindukan oleh mayoritas hadirin.

Setelah sambutan dari Uskup, romo Harjanto dan romo Eko Budi, Sinta Nuriah didaulat untuk memberikan ceramah rohani dan dialog singkat dengan hadirin.

Dengan gaya keibuaannya, Sinta yang tetap rajin berkeliling meski berkursi roda menyapa puluhan hadirin. Dengan sabar dan menyejukkan Sinta mengajak dialog hadirin. “Indonesia adalah negara yang menganut Bhineka Tunggal Ika, artinya dengan semua orang kita bersaudara. Meski beda agama dan suku kita tetap bersaudara. Betul begitu ibu bapak saudara…?” ujar Sinta dengan akrab.

Setelah ceramah hadirin menikmati hidangan buka bersama. Sebagai tuan rumah, paroki HKY menyediakan balai paroki lantai 2 untuk dijadikan tempat sholat maghrib berjamaah.

Di penghujung acara diberikan hadiah untuk anggota Warung Broto dengan kriteria tabungan terbanyak, sisa tabungan terbanyak dan makan terbanyak. Seksi Sosial juga membagikan bingkisan lebaran kepada setiap undangan.

Yudhit Ciphardian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: